Selasa, 09 Desember 2014

makalah citizen journalism



PENGERTIAN CITIZEN JOURNALISM


Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Cyber Media

Disusun Oleh :
Rizki Agustian            122050039












UNIVERSITAS PASUNDAN
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
BANDUNG
2014






KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang maha esa, karena atas rahmat-Nya jualah, kami dapat menyelesaikan makalah tentang pengertian CITIZEN JOURLNALISM ini yang  lebih dikhususkan kepada pembahasan tentang konvergensi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam memberikan masukan dan kritik yang membangun yang dapat menjadikan makalah ini lebih lengkap dan lebih layak sebagai informasi.
            Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada Bp. Drs Patria Hidayat. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Cyber Media yang telah berkenan memberikan informasi tentang materi yang akan kami bahas.
Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami senantiasa mengharapkan masukan dan penyempurnaan makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini  dapat bermanfaat.


                                                                                                            Bandung, 11 Desember 2014
                                                                                                                               Penulis


Rizki Agustian






DAFTAR ISI

BAB 1 : PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang…...………………………………………………………………….1
BAB II : PEMBAHASAN
1.1  Definisi Citizen Journalism………………….………………………………........2
1.2  Jenis-jenis Citizen Journalism……….……………………………………….....2-3
1.3  Peran dan Fungsi Citizen Journalism…………………………………………3-4
1.4  Etika Citizen Journalism………………………………………………….............4
BAB III : PENUTUP
A.    Kesimpulan……………………………………………………………………………5
B.     Rferensi………………………………………………………………………………..6

 

BAB I
LATAR BELAKANG

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak.
Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.
Stasiun televisi biasanya memiliki acara berita atau menayangkan berita sepanjang waktu. Kebutuhan akan berita ada dalam masyarakat, baik yang melek huruf maupun yang buta huruf.
Jurnalistik Warga atau yang biasa disebut dengan “citizen Journalism” itu tidak asing ditelinga saya. Seringkali saya mendengar istilah tersebut namun tidak paham sepenuhnya dengan apa itu yang dinamakan citizem journalism. Sepengetahuanku  citizen journalism itu merupakan bentuk partisipasi masyarakat akan penyampaian informasi dalam format berita.







BAB II
PEMBAHASAN
Melalui tulisannya di ruangdosen.wordpress.com, M. Badri (wartawan, ilmuwan, sastrawan) mengungkapkan kalau dulu reportase adalah tugas khusus yang dibebankan kepada wartawan atau reporter media massa. Sekarang setiap warga bisa melaporkan peristiwa kepada media. Inilah yang kemudian disebut citizen journalism, participatory journalism, atau ada juga yang menyebutkan open source journalism. Perubahan makna tersebut sebagai akibat dari perkembangan dua hal yaitu perkembangan jurnalistik dan perkembangan media.
Itulah mengapa dinamakan citizen journalism, participatory journalism, atau ada juga yang menyebutkan open source journalism. Terus apas ih sebenarnya pengertian dari citizen journalism tersebut.
Definisi “Citizen Journalism”
Menurut Wikipedia
Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi,”
Menurut ensikopledi IT
Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada. Juga dikenal sebagai “jurnalisme warga berkolaborasi” (collaborative citizen journalism/CCJ), “media akar rumput” atau “penerbitan pribadi”. Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.
Definisi dari Jay Rousen
Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.
Jenis-jenis “Citizen Journalism”
Ada beberapa jenis dari citizen journalism ini. Di internet kita bisa menemui berbagai situs dan blog yang mempunyai berbagai bentuk dan penampilan. Namun dari semua bentuk dan penampilan yang beragam tersebut dapat digolongkan menjadi 6 jenis (Artikel di Online Journalism Review oleh J. D.Lasica, tahun 2003), yaitu:
1. Partisipasi pemirsa, yakni komentar-komentar yang diberikan oleh pengguna yang dihubungkan dengan kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto-foto atau video dari kamera pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh sebuah komunitas masyarakat)
2. Berita independen dan situs informasi, seperti Consumer Reports dan The Drudge Report.
3. Situs berita yang berdasarkan partisipasi sepenuhnya dari penggunanya, seperti OhmyNews, GroundReport.
4. Situs media yang bersifat kolaborasi dan kontribusi, seperti Slashdot, Kuro5hin, Newsvine dan HumanTimes. (Wikimu bisa digolongkan ke dalam jenis ini).
5. Berbagai jenis lainnya yang lebih kecil, seperi mailing lists dan email newsletters.
6. Situs siaran pribadi, seperti situs siaran video KenRadio.
Peran dan Fungsi “Citizen Journalism”
Kemajuan teknologi informasi secara pasti memberikan andil yang sangat besar dalam pembangunan masyarakat pada masa sekarang ini. Didukung kemajuan teknologi, terutama internet, media massa telah membentuk ruang publik yang sangat luas. Partisipasi warga menjadi terbuka lebar dengan kondisi ini.
Dukungan terhadap jurnalisme warga ternyata juga datang dari kalangan wartawan. Richard Sambrook, wartawan BBC’s World yang mengatakan bahwa sudah terjadi pembentukan jaringan informasi di era global yang memungkinkan munculnya interaksi yang tinggi antara BBC dengan audience. Ia mengamati bahwa para jurnalis BBC harus bisa bekerjasama dengan audience dengan memberi kesempatan untuk kontribusi pada informasi di BBC. Blog  mainstream yang merupakan pelopor dari  citizen journalism di berbagai negara sebagai contoh OhmyNews di Korea Selatan (Semangat Melawan media mainstream).
Di Indonesia, jurnalisme warga juga bisa dibilang sudah mulai berkembang dan kegunaannya dirasakan saat adanya peristiwa-peristiwa besar seperti serangan teroris dan bencana alam. Citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang “kecil-kecil” (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream. Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik. Pemberitaan  citizen journalism lebih mendalam dengan proses yang tak terikat waktu, seperti halnya  deadline di mainsteram media.
Perkembangan citizen journalism didukung pula dengan perkembangan citizen media dan sosial media. Sejak tahun 2002-nan, citizen media telah berkembang pesat yang mencoba mencari eksistensi di tengah atmosfer media tradisional. Dengan adanya internet, citizen media mampu menyebarkan informasi dalam bentuk teks, audio, video, foto, komentar dan analisis. Bahkan mampu menjalankan fungsi pers seperti watchdog, filter informasi, pengecekan fakta bahkan pengeditan.
Konten atau isi dari citizen journalism bisa berupa peristiwa, pengalaman,  dan reportase yang termasuk kedalam berita, bisa juga pendapat, ulasan atau analisa yang termasuk kedalam opini, selain itu bisa merupakan gagasan atau ide  seperti tulisan ringan atau catatan harian, fiksi, tips dan tutorial.
Jurnalis warga atau  citizen journalism dapat memanfaatkan media-media yang ada baik mainsteram media ataupun social media. Dalam mainstream media seperti media cetak melalui surat pembaca, media televisi melalui  iwitness dan suara anda, media radio melalui info lalu lintas, media online bisa melalui kolom komentar. Sedangkan social media melalui blog (wordpress, blogspot), Microblog (twitter),  Media  Sosial Blog (kompasiana,  ohmy news, now public),  Situs Pertemanan (facebook, friendster),  Situs foto share (flickr, twitpic),  Situs video share (youtube).
Yenti dkk di Blogdetik (2008] menulis peran dan fungsi citizen journalism sama seperti peran dan fungsi jurnalistik pada umumnya, yaitu sebagai sumber informasi, hiburan, kontrol sosial, hingga agen perubahan. Dengan adanya citizen journalism jaringan informasi dan sumber informasi akan lebih luas. Bahkan citizen journalism sering menjadi sumber informasi penting untuk media mainstream.
Etika “Citizen Journalism”
Blogger senior dan praktisi komunikasi Wimar Witoelar pernah mengungkapkan, blog boleh dibilang bersifat komunal. Di dunia blog, transparansi dan akuntabilitas menjadi kata kunci. Seorang penulis blog tidak lagi dianggap yang paling tahu. Pendapat-pendapatnya bisa dikritisi oleh siapa pun lantaran sifat blog yang transparan. Inilah paradigma baru dari blog. Melalui blog akan tercipta citizen journalism, di mana setiap orang bebas berpendapat.
Karena itu, menjadi citizen journalist juga ada etikanya. Etika citizen journalism kurang lebih sama dengan etika menulis di media online. Di antaranya sebagai berikut:
  • Tidak menyebarkan berita bohong
  • Tidak mencemarkan nama baik
  • Tidak memicu konflik SARA
  • Tidak memuat konten pornografi
  • Dll
 




BAB III
PENUTUP

 

KESIMPULAN

Menurut Wikipedia Jurnalisme warga, yang juga dikenal sebagai publik atau jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokratik, adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi,”
Menurut ensikopledi IT Berita dan komentar dari publik secara luas. Menggunakan situs wiki dan blog-blogs, siapapun dapat memberikan kontribusinya berupa informasi tentang peristiwa yang ada. Juga dikenal sebagai “jurnalisme warga berkolaborasi” (collaborative citizen journalism/CCJ), “media akar rumput” atau “penerbitan pribadi”. Konsep di balik jurnalisme warga adalah banyaknya sukarelawan yang membantu untuk memastikan bahwa informasi itu lebih akurat dibanding kalau dilaporkan hanya oleh satu sumber saja.
Definisi dari Jay Rousen Ketika orang-orang yang sebelumnya dikenal sebagai pemirsa media pers mempunyai kekuatan kontrol untuk berbagi informasi satu sama lain sesama pemirsa media pers, maka itulah jurnalisme warga.


REFERENSI